“Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.” Demikian terjemahan sebuah hadits.
Dalam riwayat lain yerdapat tambahan “Air zam-zam adalah obat dari rasa sakit (obat penyakit).”
Ibnu 'Abbas Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaih wa Sallam bersabda (terjemahnhya), "“Air zam-zam sesuai keinginan ketika meminumnya.”
Menurut beberapa kitab seperti Al-‘Aqdus Sam’în dan Tahdzib Al-Asma’ wa al-Lughât bahwa air Zamzam akan menghasilkan pengaruh tertentu kepada si peminum sesuai dengan niatnya. Dikabarkan dalam Zadul Ma’ad bahwa ketika Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah sakit, dan waktu itu tidak ada obat dan dokter, ia segera mengambil air Zamzam, membaca al-Fatihah sebelumnya, dan meminumnya. Akhirnya, ia pun sembuh. Pengalaman serupa juga dialami oleh Jalâl al-Dîn al-Suyuthi. Berkat air Zamzam, ia berhasil mencapai kedudukan keilmuan yang tinggi dalam bidang ilmu fikih dan ilmu hadis. Tentu saja, untuk mendapatkan keberkahan dari air Zamzam itu disyaratkan adanya niat yang ikhlas dan keyakinan akan kekuasaan Allah. Seorang sahabat Nabi saw yang dikenal sebagai ulama di masanya, yakni Ibn ‘Abbas, diceritakan mendapatkan tiga keberkahan dari air Zamzam yaitu kefakihan akan ilmu, keluasan rezeki, dan tiadanya penyakit selain penyakit ketuaan. Sekaitan dengan adab meminum air Zamzam, Ibn ‘Abbas menyarankan agar ketika kita minum air tersebut, kita menghadap kiblat, membaca basmalah, meminumnya, dan setelahnya mengucapkan hamdalah. Sebaiknya pula tidak diminum langsung sekaligus habis. Upayakan minum seteguk demi seteguk seraya bergantian membaca basmalah dan hamdalah.
Kenapa Mesti Air Zamzam?