Sunday, September 23, 2012

Faedah dan Cara Bersiwak Menurut Hadits dan Ulama

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaih wa aalih sallam Bersabda, “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak mendirikan shalat”. Dalam hadis tersebut Rasulullah shalallahu ‘alaih wa aalih sallam menganjurkan umatnya untuk menggunakan siwak setiap hendak shalat lima waktu. Banyak lagi hadits lain yang menyebutkan masalah siwak ini. Di antaranya dari Aisyah diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, ”Bersiwak itu membersihkan mulut dan membuat Tuhan ridha (senang).” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasai). Dalam hadits lain dari Hudzaifah, ia mengatakan, ” Rasulullah shalallahu ‘alaih wa aalih sallam, apabila bangun tidur, menggosok mulutnya dengan siwak.” (HR Al-Bukhari, Muslim, dan lainnya). 

Faedah Bersiwak
Mengenai faedahnya, para ulama menyebutkan,
bersiwak itu mempunyai faedah yang sangat banyak. Bahkan, sebagian ulama mengatakan bahwa faedah-faedahnya kurang lebih mencapai 70. Antara lain, membersihkan mulut, mendapat ridha Tuhan, memutihkan gigi, mengharumkan mulut, meluruskan tulang punggung, menguatkan gusi, memperlambat tumbuhnya uban, membersihkan badan, menambah kecerdasan, melipatgandakan pahala, mempermudah keluarnya ruh, menyebabkan ingat bacaan syahadat ketika menghadapi kematian, menyebabkan kelapangan rizqi dan kecukupan, melancarkan rizqi, memperbaiki kesehatan mulut, menghilangkan kotoran dan lendir di tenggorokan, menguatkan gigi, menambah kebaikan, menyenangkan malaikat dan mereka akan mau bersalaman karena tertarik pada cahaya mukanya (muka orang yang bersiwak), menghilangkan penyakit kusta.Dalam fungsinya sebagai alat pembersih gigi dan mulut, bersiwak dengan menggunakan kayu yang khusus, yang disebut ”kayu arak”, memang dapat diganti dengan sikat gigi dan odol. Tetapi manfaat-manfaat lain yang didapat tidak sebanyak bila kita menggunakan siwak, yang khusus itu. Sehingga, bersiwak tetap memiliki kelebihan dibandingkan cara lain dalam membersihkan gigi atau mulut. 

Cara Bersiwak 
Adapun cara bersiwak, tidak ada ikhtilaf antara ulama, bahwa didalam kitab Syama’il Imam Tirmidzi, dalam hadist Rasulullah shalallahu ‘alaih wa aalih sallam, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaih wa aalih sallam bersiwak dg kayu araak, dan memulainya dari pertengahan, lalu kearah kanan lalu kekiri, demikian diulangi sebanyak 3 X. 
Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa disunnahkan bersiwak memulai dari tengah jajaran gigi atas, lalu menggosokkan siwak kekanan sampai ujung barisan gigi kanan atas, lalu turun ke barisan gigi kanan bawah, lalu digosokkan pada barisan gigi bawah ketengah, lalu naik lagi ke barisan gigi atas dan digosokkan ke kiri sampai ujung barisan gigi kiri atas, lalu turun ke ujung barisan gigi kiri bawah, lalu digosokkan ketengah barisan gigi bawah.
Cara paling mudah adalah dengan membayangkan menulis angka delapan yg rebah, gosoklah secara demikian untuk perhitungan 1X, lalu mengulanginya sampai 3X inilah cara terbaik, namun cara apapun adalah sudah mendapatkan pahala sunnah. 

Bagi Anda yang membutuhkan siwak yang masih berupa akar/ranting sehingga bisa mengamalkan sunnah diatas, silakan beli secara online disini.
Melengkapi pengetahuan Anda, silakan baca (klik) juga :
1. Manfaat Siwak Menurut Penelitian Modern.
2. Kandungan Kimia Kayu Siwak.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Ingin Berlangganan Artikel Kami..?? Masukkan Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner